Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Pagatan
Factors Related to the Incidence of Stunting in Toddlers in the Work Area of the Pagatan Health Center
DOI:
https://doi.org/10.54100/bemj.v8i1.283Keywords:
Anemia, ASI Ekslusif, Balita, Infeksi, StuntingAbstract
Latar Belakang: Tingginya prevalensi balita yang Stunting, disebabkan oleh factor eksternal dan internal yang meliputi malnutrisi kronis yang dialami ibu sebelum konsepsi yang ditandai dengan intra uterine growth restriction (IUGR), asupan nutrisi yang tidak tercukupi sesuai kebutuhan serta penyakit infeksi. Faktor eksternal meliputi pemberian ASI eksklusif, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, anemia. Tujuan: Menganalisis factor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Perawatan Pagatan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Pagatan. Jumlah sampel yaitu 100 pada kelompok control, 50 pada kelompok Kasus total sampelnya 150 balita, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Riwayat anemia berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,039, OR 2.089 (95% CI 1.031-4.217), ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,021, OR 2.263 (95% CI 1.124-4.554)., dan riwayat infeksi berhubungan dengan kejadian stunting dengan p-value 0,000, OR 4.148 (95% CI 2.022-8.510). Faktor dengan besar risiko paling besar terhadap kejadian stunting adalah riwayat infeksi (95% CI 2.022-8.510) berpeluang 4.148 kali pada balita yang memiliki Riwayat infeksi dari pada balita yang tidak memiliki Riwayat infeksi. Simpulan: faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita yaitu riwayat anemia, ASI ekslusif, dan riwayat infeksi pada balita.