Pemberdayaan Masyarakat Adat Dalam Pengobatan Tradisional (Budaya Buang Angin) Berbasis Transcultural Nursing Care (TNC) Sebagai Upaya Perbaikan Nyeri Dada Di Masyarakat Sungai Bilu
Keywords:
Transcultural Nursing, Budaya Cabut AnginAbstract
Keperawatan transkultural adalah pendekatan yang menekankan pemberian asuhan sesuai budaya pasien, mempertimbangkan kesamaan dan perbedaan budaya dalam praktik keperawatan. Konsep ini, yang diperkenalkan oleh Madeleine Leininger, bertujuan memberikan perawatan yang sejalan dengan nilai dan kepercayaan pasien untuk meningkatkan kenyamanan dan hasil kesehatan. Pendekatan ini membutuhkan kompetensi budaya dan menempatkan perilaku “caring” sebagai inti keperawatan yang humanis dan universal. Dalam konteks budaya Banjar di Banjarmasin, praktik tradisional seperti “cabut angin” digunakan untuk meredakan nyeri dada, yang diyakini disebabkan oleh “angin” dalam tubuh. Teknik ini melibatkan penggunaan daun sirih yang telah dibacakan doa khusus, kemudian dioleskan pada area tubuh yang sakit dengan lembut. Metode ini dipercaya membawa kesembuhan melalui kombinasi khasiat alami daun sirih dan kekuatan doa. Meskipun praktik ini populer, ada risiko menunda penanganan medis dalam kondisi serius seperti serangan jantung. Oleh karena itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memahami nilai budaya pasien sambil memberikan edukasi tentang penanganan medis yang tepat. Integrasi ini mencerminkan esensi keperawatan transkultural yang menghormati budaya sembari memastikan keselamatan pasien.